contoh cerpen :
Dua bola mata
cantik baru saja tertutup rapat saat sang pemiliknya sudah selesai dengan beberapa
gudang ilmu yang ia siapkan untuk besok.
Hanya
tersisa satu jam untuk sang raja panas siap memancarkan sinarnya di ufuk
timur,tapi seseorang yang berniat akan mengawali harinya dengan
kebahagiaan,sama sekali belum menemukan titik terang menuju kenyataan
gelap….matanya hanya melihat kegelapan dan tiba-tiba muncul sesuatu berwarna
putih terang yang menarik gadis itu untuk mendekatinya.Satu langkah lagi untuk
melihat titik terang itu,tapi…
“Nisa!!!cepat bangun,ayo
siap-siap sekolah,udah siang tuh!” seorang wanita yang sudah terlihat sedikit tua membangunkannya sambil menepuk pelan
pipinya.
“Huuaaah !!!” gadis itu menyahut
dengan luapan.
“Eh….ayo cepat !” ibunya menarik
tangan Nissa.
“Ah…..lima menit lagi bu ahh
!!....” ucap Nissa dengan pandangannya yang masih setengah-setengah.
“Aaaaah….cepet !! kan pembagian
raport Nis.Cepat ayo semangat !” ucap ibunya lagi
“siap tuan !! ganbateee …..!! “ seketika
Nisa terbangun dengan tangan menghormat,dan segera ia berlari menuju kamar
mandi. ”Aah….anak itu “ibunya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan
kepala.
Teng…teng….teng…teng….teng….teng….teng…..
Sang petunjuk waktu bordering
tujuh kali berturu-turut dan itu tandanya….
”Aaaaaa…….” gadis berkulit putih
bersih berteriak panik sambil berlari menuju pintu keluar rumahnya
“eeh….ehh….” sang ibu menarik
lengannya dan sontak langkah kakinya teeerhenti.
”Sarapan dulu Nis,tuh ibu buatkan
makanan kesukaanmu” Tawar sang ibu .
“eeeeuuummmm…”gadis itu hanya
mencicipi sepotong wortel.”enak bu,emmm enak banget,entar besok pagi buatkan Nisa
makanan ini ya bu “pinta Nisa.
”baik tuan putri yang bakalan
dapet rangking satu ,hihi”.
”aaahh…ibu ngeledek “Nisa
tersenyum sambil sedikit mengerutkan dahinya.
”eeeh….engga ngeledek ih,ibu
selalu berdo’a biar anak kesayangan ibu ini bias dapet rangking satu ! “ibunya
tersenyum sambil mengusap-ngusap rambut Nisa.Nisa seketika menatap sang ibu
dengan senyum manisnya.
“iya bu,makasih ibuku sayang,assalmualaikum!”salam
Nissa sambil mencium tangan ibunya.”iya Nis,waalaikumsallam”jawab ibunya sambil
tersenyum.
Selangkah
demi selangkah gadis itu menuju pintu keluar ,
“eeh Nisa !”ujar ibu
mengehentikan lagi langkah Nisa.
”iya,ada apa bu ? “segera Nisa
menoleh kea rah ibunya.
”eemm,entar siang ibu mau berobat
kedokter,kalo pas pulang ibu belum datang,ibu simpen kuncinya ditempat biasa di
pot,hihi”ucap sang ibu .
”oh iya bu,ibu hati-hati di jalan
ya…!”
”do’ain ibu terus yah sayang
!”pesan ibunya.
”iya bu pasti !”Nisa mengangguk
cepat.
”dah ibu….”segera Nisa berlari
meninggalkan rumah.
“dug…..dug…..dug….”detak jantung
Nissa berdegup sangat kencang ,saat salah satu gurunya mengumumkan hasil
belajar yang selama setahun ini ia perjuangkan.kepanikan semakin menjadi-jadi
saat sampai deretan lima pun namanya elum di panggil,padahal tahun sebelumnya
ia mendapat peringkat ke-5.”dan yang pertama diraih oleh……Reinisa Putri …..
”Aaaaa….”kepanikan berujung
teriakan bahagia.
Sang surya bagai berteriak,sangat
terasa panas memabara sampai berjuta-juta awan pun tak mampu menutipi
amarahnya.hal itu tak menyurutkan semangat dari seorang gadis cantik yang sudah
tak sabar lagi ingin menginjakan kaki di rumah kesayanagnnya.
“huhh……..akhirnya nyampe juga
!”ucap Nissa.
”yaahh….beum pulang…”gumamnya
lagi.
Akhirnya Nisa memutuskan untuk
menunggu orang tersayangnya diluar,sampai ia tertidur lelap.
”Nisa….Nisa….”seorang wanita
membangunkan Nisa dengan nada lemas.
”iii....ibu…”Nisa terbangun lalu
seketika bergurau.
“ibu udah pulang Nis,tuh di dalam
!”ucap bibinya.
berdiri terdiam kaku saat ia
sudah membuka pintu,tetesan air keluar begitu saja dari mata canti Reinisa
.segera ia peluk ibunya yang sedang terbaring tak berdaya .
”ini bu “ucap lemas Reinisa
seraya menyimpan rapotnya ditangan ibunya.
”ini hasil perjuangan Nissa buat
ibu !” Reinisamencium kening ibunya dengan hujan deras yang jatuh dipipipnya.
Jam
demi jam Reinisa lewati hanya dengan lamunan dan air mata yang tak henti
menetes.sangat jelas pesan terakhirnya yang mengatkan “do’akan terus ibu ya “.
Sampai
sang surya tak memancarkan sinarnya lagi,Nisa tetap tak bias menghentikan hujan
derasnya,seketika ia melihat keatas,ia dapati langit gelap dan sebuah bintang.ia
tersnyum dan berucap “ibuku enjadi salah satu bintang disisi Allah “
Kini gadis
cantik itu memutuskan untuk memejamkan matanya.
Gelap….gelap…..hanya
terlihat sebuah tongkat dan seseorang diujung tongkat itu,ia perlahan membuka
matanya dan hanya kegelapan yang ia dapati.ia coba langkahkan kakinya ditongkat
itu,susah….sangat susah dalam gelap,tapi tiba-tiba ada sesuatu berwarna putih
terang yang menarik untuk ia dekati,selangkah demi selangkah ia lewati,diatas
tongkat itu dengan tuntunan cahaya dari benda yang ingin ia lihat.ia
menghentikan langkahnya tepat didepan benda tadi,dan tanpa sadar air matanya
mengalir melihat setitik cahaya bertuliskan ibu.