Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

twitter

Rabu, 04 Desember 2013
contoh cerpen :


SETITIK CAHAYA
 
 


Dua bola mata cantik baru saja tertutup rapat saat sang pemiliknya sudah selesai dengan beberapa gudang ilmu yang ia siapkan untuk besok.
                Hanya tersisa satu jam untuk sang raja panas siap memancarkan sinarnya di ufuk timur,tapi seseorang yang berniat akan mengawali harinya dengan kebahagiaan,sama sekali belum menemukan titik terang menuju kenyataan gelap….matanya hanya melihat kegelapan dan tiba-tiba muncul sesuatu berwarna putih terang yang menarik gadis itu untuk mendekatinya.Satu langkah lagi untuk melihat titik terang itu,tapi…
“Nisa!!!cepat bangun,ayo siap-siap sekolah,udah siang tuh!” seorang wanita yang sudah terlihat sedikit       tua membangunkannya sambil menepuk pelan pipinya.
“Huuaaah !!!” gadis itu menyahut dengan luapan.
“Eh….ayo cepat !” ibunya menarik tangan Nissa.
“Ah…..lima menit lagi bu ahh !!....” ucap Nissa dengan pandangannya yang masih setengah-setengah.
“Aaaaah….cepet !! kan pembagian raport Nis.Cepat ayo semangat !” ucap ibunya lagi
“siap tuan !! ganbateee …..!! “ seketika Nisa terbangun dengan tangan menghormat,dan segera ia berlari menuju kamar mandi. ”Aah….anak itu “ibunya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Teng…teng….teng…teng….teng….teng….teng…..
Sang petunjuk waktu bordering tujuh kali berturu-turut dan itu tandanya….
”Aaaaaa…….” gadis berkulit putih bersih berteriak panik sambil berlari menuju pintu keluar rumahnya
“eeh….ehh….” sang ibu menarik lengannya dan sontak langkah kakinya teeerhenti.
”Sarapan dulu Nis,tuh ibu buatkan makanan kesukaanmu” Tawar sang ibu .
“eeeeuuummmm…”gadis itu hanya mencicipi sepotong wortel.”enak bu,emmm enak banget,entar besok pagi buatkan Nisa makanan ini ya bu “pinta Nisa.
”baik tuan putri yang bakalan dapet rangking satu ,hihi”.
”aaahh…ibu ngeledek “Nisa tersenyum sambil sedikit mengerutkan dahinya.
”eeeh….engga ngeledek ih,ibu selalu berdo’a biar anak kesayangan ibu ini bias dapet rangking satu ! “ibunya tersenyum sambil mengusap-ngusap rambut Nisa.Nisa seketika menatap sang ibu dengan senyum manisnya.
“iya bu,makasih ibuku sayang,assalmualaikum!”salam Nissa sambil mencium tangan ibunya.”iya Nis,waalaikumsallam”jawab ibunya sambil tersenyum.
                Selangkah demi selangkah gadis itu menuju pintu keluar ,
“eeh Nisa !”ujar ibu mengehentikan lagi langkah Nisa.
”iya,ada apa bu ? “segera Nisa menoleh kea rah ibunya.
”eemm,entar siang ibu mau berobat kedokter,kalo pas pulang ibu belum datang,ibu simpen kuncinya ditempat biasa di pot,hihi”ucap sang ibu .
”oh iya bu,ibu hati-hati di jalan ya…!”
”do’ain ibu terus yah sayang !”pesan ibunya.
”iya bu pasti !”Nisa mengangguk cepat.
”dah ibu….”segera Nisa berlari meninggalkan rumah.
“dug…..dug…..dug….”detak jantung Nissa berdegup sangat kencang ,saat salah satu gurunya mengumumkan hasil belajar yang selama setahun ini ia perjuangkan.kepanikan semakin menjadi-jadi saat sampai deretan lima pun namanya elum di panggil,padahal tahun sebelumnya ia mendapat peringkat ke-5.”dan yang pertama diraih oleh……Reinisa Putri …..
”Aaaaa….”kepanikan berujung teriakan bahagia.
Sang surya bagai berteriak,sangat terasa panas memabara sampai berjuta-juta awan pun tak mampu menutipi amarahnya.hal itu tak menyurutkan semangat dari seorang gadis cantik yang sudah tak sabar lagi ingin menginjakan kaki di rumah kesayanagnnya.
“huhh……..akhirnya nyampe juga !”ucap Nissa.
”yaahh….beum pulang…”gumamnya lagi.
Akhirnya Nisa memutuskan untuk menunggu orang tersayangnya diluar,sampai ia tertidur lelap.
”Nisa….Nisa….”seorang wanita membangunkan Nisa dengan nada lemas.
”iii....ibu…”Nisa terbangun lalu seketika bergurau.
“ibu udah pulang Nis,tuh di dalam !”ucap bibinya.
berdiri terdiam kaku saat ia sudah membuka pintu,tetesan air keluar begitu saja dari mata canti Reinisa .segera ia peluk ibunya yang sedang terbaring tak berdaya .
”ini bu “ucap lemas Reinisa seraya menyimpan rapotnya ditangan ibunya.
”ini hasil perjuangan Nissa buat ibu !” Reinisamencium kening ibunya dengan hujan deras yang jatuh dipipipnya.
                Jam demi  jam Reinisa lewati hanya  dengan lamunan dan air mata yang tak henti menetes.sangat jelas pesan terakhirnya yang mengatkan “do’akan terus ibu ya “.
                Sampai sang surya tak memancarkan sinarnya lagi,Nisa tetap tak bias menghentikan hujan derasnya,seketika ia melihat keatas,ia dapati langit gelap dan sebuah bintang.ia tersnyum dan berucap “ibuku enjadi salah satu bintang disisi Allah “
Kini gadis cantik itu memutuskan untuk memejamkan matanya.
Gelap….gelap…..hanya terlihat sebuah tongkat dan seseorang diujung tongkat itu,ia perlahan membuka matanya dan hanya kegelapan yang ia dapati.ia coba langkahkan kakinya ditongkat itu,susah….sangat susah dalam gelap,tapi tiba-tiba ada sesuatu berwarna putih terang yang menarik untuk ia dekati,selangkah demi selangkah ia lewati,diatas tongkat itu dengan tuntunan cahaya dari benda yang ingin ia lihat.ia menghentikan langkahnya tepat didepan benda tadi,dan tanpa sadar air matanya mengalir melihat setitik cahaya bertuliskan ibu.

0 komentar:

Posting Komentar