Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs

Pages

twitter

Jumat, 21 Maret 2014

contoh hikmah isro mi'raj


ﺃﻠﺳﻼﻤ ﻋﻟﻳﻛﻣ ﻮﺮﺤﻣﺔ ﺃﻠﻟﻪ ﻮﺒﺭﻜﺎﺘﻪ
            Subhaanalladzii asraa bi ‘abdihii lailam minal masjidil haraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahuu li nuriyahuu min aayaatinaa innahuu huwas samii’ul bashiir
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (Al Israa’ : 1)
Yang terhormat Bpk kepala sekolah dan Bpk wakil kepala sekolah
Yang terhormat Bpk/Ibu gu
Serta hadirin yang berbahagia
Pada kesmpatan kali ini  saya akan membahas tentang hikmah peristiwa isra mi’rajnya Nabi Muhammad saw.Paling tidak, ada ”tiga” hal yang bisa kita petik hikmahnya dari peristiwa ini.
Hikmah pertama adalah masalah keimanan, yakni menambah keyakinan kita kepada Allah SWT bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Hikmah kedua, kita mesti memahami “hasil” yang dibawa dari perjalanan peristiwa ini adalah diperintahkannya kita menegakkan shalat fardlu yang lima waktu. Manakala Allah memerintahkan ibadah lain selain shalat.Tapi, ketika Allah SWT akan memerintahkan shalat, Rasululah SAW terlebih dahulu harus di mi’rajkan untuk langsung bertemu dengan-Nya dan menerima perintah-Nya. Ini bermakna betapa pentingnya perintah shalat lima waktu bagi kehidupan kita.Maka Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya pernah menyatakan, shalat itu adalah mi’rajnya orang-orang mu’min. Artinya shalat yang kemudian diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita ummat Islam melalui Rasulullah SAW dengan peristiwa Isra Mi’raj itu dijadikan sarana untuk kita bisa mi’raj sehari lima kali untuk menghadap Allah SWT.
            Adapun hikmah ketiga, adalah hendaknya kita semua mesti mau memperbaiki diri dan berkaca kepada setiap musibah dan bencana yang sering terjadi. Bukan hanya bencana alam saja yang bisa kita resapi dan kita maknai, melainkan bencana moral yang telah banyak melenceng baik dari tata kehidupan para pejabat eksekutif, yudikatif maupun legislatif hingga masyarakat biasa telah banyak terefleksi dan sungguh telah jauh berpijak dari rel-rel kehidupan yang baik dan hakiki sesuai syariat Islam.
Bagi kita sebagai seorang mu’min harus yakin bahwa segala sesuatu yang mustahil menurut akal kita, itu tidak mustahil menurut Allah Yang Mahakuasa. Hikmahnya bagi kita adalah, rasa optimis mesti selalu ada pada diri kita. Sehingga kalau kita dihadapkan pada suatu masalah yang sudah buntu atau tidak mungkin menurut akal kita, tetap saja kita “tidak akan” pesimis, “tidak akan” sampai putus asa.
              Semoga ketiga hikmah di atas menjadi pijakan kita untuk melangkah ke depan yang penuh makna dalam menjalani sisa-sisa hidup kita yang semakin hari tanpa disadari jatah usia kita semakin berkurang.Mohon maaf bila ada kesalahan akhirul kallam

ﻮﺃﻠﺳﻼﻤ ﻋﻟﻳﻛﻣ ﻮﺮﺤﻣﺔ ﺃﻠﻟﻪ ﻮﺒﺭﻜﺎﺘﻪ

0 komentar:

Posting Komentar